Partai Suu Kyi Diperkirakan Kembali Menang di Pemilu Myanmar

Agregasi VOA, · Jum'at 06 November 2020 23:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305610 partai-suu-kyi-diperkirakan-kembali-menang-di-pemilu-myanmar-Gwovz9rlrn.jpg Foto: AFP

MYANMAR - Rakyat Myanmar akan pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Minggu 8 November 2020, untuk memberikan suara mereka. Partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), banyak diperkirakan akan kembali menang.

Namun, dengan diberlakukannya langkah-langkah untuk memerangi virus corona yang mengacaukan kampanye, dan konflik bersenjata yang memusnahkan sebagian suara pemilih di beberapa wilayah negara itu, muncul pertanyaan mengenai keabsahan proses pemilihan.

Suu Kyi memimpin NLD meraih kemenangan lima tahun lalu, mengakhiri setengah abad pemerintahan militer dan pemerintahan yang didukung militer. Sejumlah kecil pemilih yang meragukan Suu Kyi, kemungkinan akan tetap memilih partai Suu Kyi, meskipun ada 91 partai yang dapat dipilih pada pemilu kali ini.

Baca juga:

Besok, Myanmar Dapat Presiden Baru

Indonesia Ucapkan Selamat kepada Aung San Suu Kyi

PBB Prihatin Muslim Myanmar Dilarang Ikut Pemilu

Bagi mayoritas dari 37 juta pemilih terdaftar di Myanmar, Suu Kyi tetap merupakan pahlawan mereka; putri pemimpin kemerdekaan negara; dan wanita tangguh yang berani melawan militer.

Seorang relawan dari Komisi Pemilihan Umum (Union Election Commission) membawa kotak suara untuk mengumpulkan surat suara dari para lansia di pinggiran Kota Yangon, Myanmar, Kamis, 29 Oktober 2020.

Pemungutan Suara Dini Dimulai dalam Pemilu Myanmar

Richard Horsey, analis politik yang berbasis di Yangon, mengatakan, "Saya pikir itu benar-benar dukungan pribadi, bahkan cinta yang dimiliki banyak orang untuk Aung San Suu Kyi, tanpa memperhitungkan bagaimana kinerja administrasi pemerintahnya, bagaimana kinerja ekonomi dan sebagainya,” kata Richard.

Kasus Covid-19, yang melonjak signifikan secara nasional dalam beberapa pekan terakhir, memberikan pengaruh besar terhadap proses kampanye dan pemberian suara.

Khawatir pemilu kehilangan makna, lebih dari 20 partai politik meminta penundaan. Namun, Komisi Pemilu menolak, sehingga menimbulkan kemarahan sejumlah partai politik dan, dan bahkan keributan di kalangan militer.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini