PBB Prihatin Muslim Myanmar Dilarang Ikut Pemilu

Randy Wirayudha, Okezone · Jum'at 13 November 2015 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 13 18 1248775 pbb-prihatin-muslim-myanmar-dilarang-ikut-pemilu-IE8aeQT6YJ.jpg Warga muslim Rohingya di Myanmar (Foto: Rafiqur Rahman/REUTERS)

NEW YORK – Sekjen PBB, Ban Ki-moon jadi satu dari sejumlah tokoh dunia yang menyambut hangat Pemilu demokratis pertama Myanmar setelah bertahun-tahun lamanya. Tapi ada ironi tersendiri lantaran warga muslim Myanmar “diharamkan” ikut serta dalam pemilu.

Seperti diketahui sebelumnya, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, memenangi 80 persen pemilu parlemen dengan meraup 348 kursi, dari 334 kursi untuk memenangi mayoritas suara di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi.

Dalam pemilu kali ini, tersedia 664 kursi di dua parlemen tersebut dan 25 persen di antaranya, sudah jadi jatah militer Myanmar. Sementara yang bisa diperebutkan dalam pemilu hanya 498 kursi.

Adapun kemenangan Suu Kyi dan partainya dengan 348 kursi, sudah cukup untuk membuat dia dan NLD punya kekuatan mayoritas dalam Pemilihan Presiden awal tahun 2016. Tiga kandidat Capres akan jadi hak yang diajukan Majelis Tinggi, Majelis Rendah dan pihak militer.

Gegap gempita pesta demokrasi di negeri yang dahulu disebut Burma itu, sayangnya tak juga bisa dinikmati warga minoritas muslim. Bahkan, muslim Rohingya tak dianggap bagian dari warga Myanmar.

Alhasil, warga muslim Myanmar pun tak mendapat lampu hijau untuk ikut serta dalam pemilu kali ini. Jangankan mencalonkan diri untuk maju ke parlemen, untuk memberikan hak suara saja dilarang. Satu hal yang membuat Ban Ki-moon mengaku prihatin.

“Dia (Ban Ki-moon) turut menyesali bahwa sejumlah hak suara dari masyarakat minoritas, terutama Rohingya, ditolak dan beberapa dari mereka didiskualifikasi sebagai kandidat,” papar juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dalam perjalanan demokrasi Myanmar dan pemilu di masa mendatang benar-benar harus lebih baik,” tambahnya, seperti dilansir ChannelNewsAsia, Jumat (13/11/2015).

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini