Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Wawancara Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Muktamar NU dan Islam Nusantara

Muktamar NU dan Islam Nusantara
(Foto: Antara)
A
A
A

Begitu pula Lembaga Bencana Alam yang dulu cuma ad hoc, sekarang sudah menjadi lembaga tersendiri, baru saja kemarin membantu pengungsi Rohingya. Lalu Lembaga Pendidikan Ma'arif yang berhasil mengadakan dua kali perkemahan besar, di Jombang dan Cirebon. Lazisnu juga, baru pada periode kali ini, masukan zakat dari para muzakki luar biasa. RMI juga baik, ada gerakan ayo mondok yang dahsyat itu. Lalu, program Kader Penggerak yang sudah 11 kali putaran dan menghasilkan ratusan kader.

Selama periode ini, alhamdulillah, pembangunan 24 Universitas NU, 62 SMK, penarikan kembali 3 Rumah sakit NU, dan sebagainya bisa dilakukan dengan baik. Yang perlu saya tekankan juga adalah soal keuangan. Baru periode ini, sistem keuangan PBNU terbuka, siapapun dapat mengawasi. Keuangan Munas di Kempek Cirebon, misal, kita publikasikan di Radar Cirebon. Habis dana sekian, dapat dari mana, dan sisa berapa. Semuanya rapi. Keuangan PBNU bukan cuma siap diaudit, bahkan sudah diaudit. Padahal, saya ini jadi Ketua Umum langsung dipasrahi utang miliaran. Alhamdulillah lunas. Pembangunan Gedung PBNU II yang mangkrak bisa diselesaikan, sertifikat kantor PBNU yang entah di mana rimbanya sudah kita dapatkan. Saya juga berusaha agar NU menjaga jarak dan hubungan baik dengan semua pihak, dengan istana, dengan DPR, dengan Mabes TNI, dengan Mabes Polri, dengan dunia internasional, dengan siapa saja.Datanglah ke muktamar, dan Anda bisa melihat secara rinci capaian NU dalam lima tahun terakhir. Banyak sekali.

Muktamar Jombang mengusung tema Islam Nusantara. Apa pentingnya tema ini?

Lengkapnya, Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Jadi begini, Islam Nusantara merupakan warisan dari para wali, terutama Wali Songo, yang berhasil mengislamkan dan mewarnai dengan dakwah Nusantara bil hikmah (dengan kebijaksanaan), wal mau’idhah hasanah (nasihat), wal mujadalah (diskusi), tidak dengan kekerasan. Islam yang dibawa Wali Songo ialah Islam yang terbuka dan melebur dengan tradisi-budaya tanpa ada bentrokan, kecuali tradisi yang jelas-jelas melanggar syari’ah. Itu yang harus kita pelihara dan kembangkan.

Kalau ada yang mengira Islam Nusantara anti Arab, keliru. Tidak baca sejarah. Hubungan Islam Nusantara dengan Timur Tengah sudah lama. Ulama seperti Syeikh Ahmad Khotib Sambas, Syekh Nawawi Banten, Syekh Abdusshomad Palembang, dan banyak yang lain mendapat reputasi internasional karena karya dan pengabdian mereka di Timur Tengah sangat diakui hingga sekarang. Maka, kurang lebih seperti Sunan Kalijaga ajarkan, “Jawa dijaga, Arab digarap”, itulah Islam Nusantara. Karakter tawasuth atau moderatnya yang penting.

Sekarang terlihat, dunia Arab dibakar perang saudara tak habis-habis, sementara di Eropa dan Amerika, islamophobia menggejala di mana-mana. Serba repot. Wajar kalau orang seperti saya dapat Global Peace Award. Wajar kalau NU diminta ikut memediasi konflik di negara-negara Arab. Wajar kalau Kiai Mustofa Bisri banyak diundang ke Eropa untuk memperkenalkan wajah Islam yang ramah. Walhasil, wajar kalau Islam Nusantara yang moderat ini sangat dinanti-nantikan dunia.

Sikap moderat, bisa anda perjelas?

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement