BANYUWANGI – Tewasnya Engeline Megawe (Angeline), bocah delapan tahun yang ditemukan terkubur di belakang rumah orangtua angkatnya, Margriet Megawe di Denpasar, Bali, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga kandungnya di Banyuwangi, Jawa Timur.
Terutama bagi Hamidah, ibu kandung Angeline yang berharap aparat hukum, bisa menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya terhadap pelaku.
Pada acara pengajian 100 hari meninggalnya Angeline di Dusun Wadung Pal, desa Tulung Rejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Hamidah mengaku belum bisa menghilangkan bayang-bayang penderitaan sang buah hati yang semasa hidupnya, tinggal bersama Magriet.
Tewasnya Angeline bukan hanya membuat luka paling dalam bagi keluarga. Ribuan warga dari sejumlah daerah pun turut berduka, hingga ikut mengantarkan jenazah Angeline ketika dikebumikan di pemakaman umum di dekat tempat tinggal sang ibu kandung.
Sebagai ibu yang melahirkan dan lama berpisah, Hamidah masih memiliki harapan besar untuk bertemu putri keduanya itu dari tiga orang anak perkawinan pertamanya.
Menurutnya, Margriet, ibu angkat Angeline, telah berjanji akan mengembalikan Angeline saat berusia 18 tahun. Namun perpisahan untuk selama-lamanya tersebut membuat Hamidah begitu terpukul.