JAKARTA - Nama Saiton (39) sempat dua kali ingin diubah, pertama oleh kedua orangtuanya saat usia tiga tahun, dan oleh keinginannya sendiri pada usia 19 tahun.
Saat itu, pria yang punya tiga orang anak tersebut didesak oleh teman-temannya untuk segera mengganti namanya yang berkonotasi negatif.
Setelah mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, Saiton akhirnya membuat acara ganti nama, lengkap dengan pembacaan surat Yasin. Nama baru lalu diumumkan ke masyarakat sekitar, tempatnya tinggal di Palembang.
Anehnya, saat malam hari, Saiton langsung mendapat mimpi yang berkorelasi langsung dengan pergantian nama tersebut. Seseorang dalam mimpinya memperingatkan Saiton dengan kata-kata sindiran.
"Kata pas di dalam mimpi itu 'kalau sanggup ubah baju, ubahlah, kalau enggak sanggup jangan'," ungkap Saiton saat berbincang dengan Okezone, Kamis (27/8/2015).
Benar saja, pria yang berprofesi sebagai guru Teknik Komputer itu langsung jatuh sakit parah. Seluruh badannya panas dan mengeluarkan bintik merah. Khawatir terjadi sesuatu, dia akhirnya memutuskan untuk mengambalikan namanya seperti semula.
"Jatuh sakit, panas keluar bintik merah. Sempat khawatir, sudahlah dikembalikan ke nama awal, besok langsung sehat," tuturnya.
Sejak kejadian tersebut, Saiton tak pernah lagi berkeinginan untuk mengubah namanya. Baginya, nama tersebut sudah menjadi takdirnya. Hal yang penting bagi Saiton adalah tindakannya tidak mereprentasikan namanya.
"Tapi prinsip saya enggak mau sifat seperti itu (setan), sebagai ujian, mengubah sifat 180 derajat jangan seperti nama," simpulnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.