BEKASI – Warga di daerah pinggiran Kabupaten Bekasi mengeluh sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan. Selain infrastruktur yang rusak, keberadaan dokter di pusat kesehatan masyarakat juga kurang.
Menurut salah seorang warga Kampung Peting Muara Gembong, Hasan (58), dirinya lebih memilih mengakses fasilitas kesehatan di wilayah DKI Jakarta ketimbang di wilayah Kabupaten Bekasi karena kebih dekat dan lebih lengkap.
"Soalnya jauh sekali kalau untuk bisa berobat ke Puskesmas (Bekasi), butuh perjalanan berjam-jam. Namun, kalau saya berobat ke Jakarta lebih dekat jaraknya," kata Hasan saat dikunjungi Senin (31/8/2015).
Hasan menambahkan, untuk bisa sampai Puskesmas di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, membutuhkan waktu selama tiga jam. Sedangkan, kalau menuju ke daerah Cilincing, Jakarta Utara lebih hanya 1 jam perjalanan.
"Biasanya saya tempuh pakai jalur laut, untuk bisa ke Jakarta," ujar dia.
Selain jarak tempuh yang lebih lama, infrastruktur jalan menuju Puskesmas di Muara Gembong juga rusak parah dan ditambah tidak adanya penerangan jalan, sehingga rawan jika dilalui pada malam hari.
Meski sistem biaya pengobatannya sama, kata Hasan, untuk kesiagaan Puskesmas di Jakarta lebih terjamin. Berbeda dengan Puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi, ketersediaan dokter jaga masih kurang.
Sementara itu, Ketua Aliansi Utara wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Sanusi mengatakan, kejadian ini sudah bertahun-tahun dan belum ada terobosan dari pemerintah daerah. Sehingga warga selalu memilih jalur yang lebih dekat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.
"Kalau ada yang dekat dengan Jakarta dia berobat ke Jakarta. Kalau yang dekat dengan Karawang berobat ke Karawang," katanya.
Untuk wilayah utara di Kabupaten Bekasi itu, kata Sanusi, untuk Kecamatan Muaragembong lebih memilih ke Jakarta dan untuk Kecamatan Tarumajaya lebih memilih ke Kota Bekasi. Menurutnya, warga memilih daerah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
"Jadi tergantung kebutuhan warga yang mana dekatnya," tandasnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)