JAKARTA - Pemilihan Kepala Staf Kepresidenan yang rencananya akan diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat, diharapkan bukan dari relawan pada saat Pemilihan Presiden (Pilpres) yang lalu.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Menurutnya, pemilihan posisi yang akan ditinggalkan Luhut Binsar Panjaitan yang menempati posisi barunya sebagai Menko Polhukam itu, jika dipilih dari relawan hanya akan menimbulkan tudingan bahwa Jokowi menerapkan politik balas budi.
“Siapapun itu calonnya, baik berlatar militer atau non militer, sebaiknya tidak dari unsur relawan sebab kasihan nanti Pak Jokowi kembali dituding bagi-bagi kursi,” katanya kepada Okezone, Rabu (2/9/2015).
Untuk menduduki jabatan tersebut, Jokowi harus bisa memilih orang yang tepat untuk mengemban tugas-tugas jabatan tersebut.
“Sangat baik bila yang dipilih adalah orang yang memiliki kriteria seperti Luhut, dipercaya dan bisa kerja sama dengan Jokowi,”tutupnya.
Saat ini posisi Kepala Staf Kepresidenan masih dijabat oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Banyak pihak mendesak presiden agar segera mengisi posisi tersebut dengan orang baru karena tugas Luhut sebagai Menko Polhukam akan semakin berat.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.