Anang, kata Neta, pasti takut mengikuti jejak Buwas dalam menangani kasus di Bareskrim. Sebab, ada kekhawatiran bernasib serupa, yakni diganti oleh para elite penguasa saat sedang menangani kasus besar di Indonesia. Sehingga, publik nantinya sulit mengharapkan kasus-kasus korupsi besar bisa dibongkar Polri.
Budi Waseso
"Bagaimanapun Anang pasti takut 'dibuwaskan' oleh elit penguasa. Artinya, publik sulit mengharapkan kasus-kasus korupsi yang dibongkar Buwas akan berlanjut penyidikannya hingga ke pengadilan," papar Neta.
Neta menambahkan, sebagai Kabareskrim nantinya Anang akan takut untuk mengungkap kasus-kasus Korupsi yang telah diungkap oleh Buwas. Akibatnya, kasus-kasus tersebut akan 'ditiarapkan' yang berujung membuat koruptor dinegeri ini merasa menang.
"Para koruptor di negara ini akan besar kepala karena mandeg-nya penanganan korupsi," terang Neta.