BANGKOK – Tersangka utama bom Bangkok mengakui memberikan tas yang berisi bom kepada seorang kurir. Dia kemudian meletakkan bom tersebut di tempat kejadian. Hal itu terungkap dalam sebuah reka ulang tragedi bom Bangkok.
Juru Bicara Kepolisian Thailand, Prawut Thavornsiri, mengumumkan bahwa tersangka Yusufu Mieraili dibawa ke stasiun kereta di Bangkok. Hal itu untuk melakukan reka ulang penyerahan bom ke kurir yang meledakan kuil Erawan pada 17 Agustus 2015. Insiden itu menelan jiwa sebanyak 20 orang, di antaranya terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI).
Dalam video yang dipublikasi terlihat pria berbaju kuning meninggalkan tas punggung di kuil tersebut dan tidak lama setelah itu terjadi ledakan.
“Itu adalah bom,” kata Prawut di Stasiun Hua Lamphong di Bangkok, memberikan kepastian bahwa pria berbaju kuning tersebut memang kurir yang meledakan kuil Erawan. BBC, Selasa (9/9/2015).
“Ini adalah area di mana dia bertemu dengan pria berbaju kuning untuk saling bertukar tas punggung. Yusufu mengatakan tas itu sangat berat dan isinya memang bom,” tunjuk Prawut ke area di stasiun Hua Lamphong.
Tersangka Yusufu mengatakan kepada polisi bahwa dia pergi ke stasiun tersebut dari apartemennya uang berlokasi di daerah terpencil di Bangkok. Pekan lalu, polisi menemukan material pembuat bom di tempat tinggalnya itu.
Selain kuil Erawan, pelaku dibawa ke apartemen tersebut untuk mengadakan reka ulang.
Media lokal melaporkan bahwa polisi masih melacak dalang utama dari serangan tersebut, yang kemungkinan sudah meninggalkan Thailand sehari sebelum serangan itu terjadi.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.