“Saya mengundang mereka untuk bergabung dengan kami karena saya tahu siapa pun yang datang ke sini pasti berubah,” lanjutnya.
Mengenai fenomena ini, Kanselir Jerman Angela Merkel turut angkat bicara dengan menekankan bahwa hanya menjadi seorang penganut Kristen tidak membuat permohonan suaka otomatis diterima. Merkel menambahkan bahwa agama Islam juga merupakan bagian dari Jerman.
Memang tidak akan ada yang mengakui secara terbuka bahwa mereka berpindah agama demi mencari suaka. Jika mereka ketahuan melakukan perbuatan itu, maka permohonan suaka mereka akan ditolak dan mereka akan dipulangkan ke negara asalnya.
Namun, yang perlu diingat adalah sebagian dari pengungsi merupakan warga Iran dan Afghanistan di mana berpindah agama dapat dikenakan hukuman mati dan ada kemungkinan mereka memang ingin berpindah agama karena keyakinan sendiri.
Sorotan mengenai fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari sikap beberapa negara Eropa yang menyatakan lebih memilih pengungsi yang beragama Kristen untuk diizinkan tinggal di negara mereka. Negara seperti Slovakia dan Republik Ceko secara terus terang menyatakan sikap mereka tersebut, meskipun mendapat kecaman dari negara Eropa lainnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.