Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Minta Rusia Jauhi Suriah

Hendra Mujiraharja , Jurnalis-Kamis, 10 September 2015 |19:40 WIB
AS Minta Rusia Jauhi Suriah
Militer Rusia. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) seperti kebakaran jenggot ketika mengetahui Rusia membangun pangkalan militer di Suriah. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry pun meminta kepada Rusia untuk menjauhi Suriah.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia membenarkan bahwa pihaknya mengirim bantuan militer untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al Assad menghadapi terorisme di sana.

Mengetahui hal tersebut, Kerry langsung menghubungi Menlu Rusia Sergei Lavrov dan memperingatinya bahwa kegiatan seperti itu akan meningkatkan intensitas perang di Suriah.

“John Kerry menegaskan kekhawatiran kami mengenai laporan kegiatan militer Rusia atau membangun di Suriah. Jika memang benar demikian, maka itu akan meningkatkan kekerasan dan ketidakstabilan di Suriah,” kata Juru Bicara Kemlu AS, John Kirby, seperti diberitakan IB Times, Kamis (10/9/2015).

AS memang telah memantau pergerakan personel militer Rusia di Suriah dan pejabat yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa dua kapal amfibi Rusia diturunkan perlengkapan di Pelabuhan Tartus, Suriah, meskipun sifat yang tepat dari kargo tersebut tidak diketahui.

Satelit memperlihatkan lebih dari 100 pasukan infanteri Angkatan Laut Rusia bersama dengan "puluhan kendaraan berat" tiba di pelabuhan tersebut. Selain itu, terlihat juga setidaknya tiga pesawat offloading jenis Antonov An-124 untuk perlengkapan bangunan dan peralatan kontrol lalu lintas udara di Suriah.

AS memberikan pelatihan khusus kepada pasukan pemberontak untuk menggulingkan Presiden Assad. Namun, Rusia justru memberikan bantuan militer kepada pemerintahan negara tersebut.

(Hendra Mujiraharja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement