Pemprov Kaltim Diminta Tuntaskan 15 Proyek Mangkrak

Awaluddin Jalil (Sindonews), Sindonews · Senin 21 September 2015 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 21 340 1218181 pemprov-kaltim-diminta-tuntaskan-15-proyek-mangkrak-mgT5Tlc17x.jpg foto: ilustasi Okezone

SAMARINDA – Sejumlah elemen masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menuntaskan sejumlah proyek tahun jamak yang mangkrak. Padahal, proyek-proyek itu sangat dibutuhkan masyarakat.

Meski banyak yang terbengkelai, Pemprov Kaltim justru mengusulkan proyek baru yang juga menelan dana sangat besar.

“Masalahnya di Kaltim ini kita lihat banyak proyek lama yang terbengkalai. Jika begitu, untuk apa merencanakan proyek-proyek baru. Tuntaskan saja proyek-proyek lama itu agar bermanfaat bagi rakyat, supaya anggaran ratusan miliar yang sudah dikucurkan tidak mubazir,” kata Pengurus Ikatan Alumni Keluarga Pelajar Mahasiswa Kaltim, Syahrir MZ, Senin (21/9/2015).

Dia menyebut ada 15 proyek tahun jamak yang terbengkelai. Proyek itu adalah pembangunan Jalan Gusiq-Simpang Blusuh di Kutai Barat yang menelan dana Rp275 miliar, pembangunan Jalan Samarinda-Simpang Palaran sebesar Rp367 miliar, pengendalian banjir Kota Samarinda sebesar Rp602 miliar, pembangunan Jalan Taliyasan-Batu Lepok senilai Rp225 miliar.

Ada pula pembangunan Jalan Sangkulirang-Batu Lepok I sebesar Rp205 miliar, pembangunan Jalan Sangkuliran-Batu Lepok II senilai Rp198 miliar, pembangunan Convention Hall Samarinda sebesar Rp256 miliar, pembangunan Jembatan Kembar Sungai Mahakam dengan dana Rp252 miliar, pembangunan Bandar Udara Long Bawan sekira Rp120 miliar.

Di proyek bandara, pembangunan Bandar Udara Long Apung sebesar Rp130 miliar, pembangunan Bandara Samarinda Baru dengan nilai Rp696 miliar, dan pembangunan Bandar Udara Datah Dawai Rp150 miliar.

Adapula pembangunan RSUD Tarakan sebesar Rp260 miliar, dan pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda senilai Rp2 triliun, dan pembangunan Bendungan Marang Kayu Kutai Kartanegara dengan dana Rp386,93 miliar.

“Postur APBD Kaltim 2016 juga harus difokuskan untuk membiayai penuntasan proyek-proyek yang mangkrak tersebut dan bukan mengusulkan proyek tahun jamak yang baru,” katanya.

Proyek dengan pola kontrak tahun jamak itu semestinya sudah harus tuntas semua pada 17 Desember 2013 seiring berakhirnya masa jabatan pertama Gubernur H Awang Faroek Ishak. Nyatanya, dari 16 proyek tahun jamak hanya satu yang tuntas, yakni penyediaan air minum Samarinda dengan anggaran Rp80 miliar.

“Saya mendapat informasi untuk pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda kembali dikucurkan anggaran Rp1,5 triliun dan Bandara Samarinda Baru Rp730,71 miliar, dengan pola kontrak tahun jamak mulai APBD 2015 dan seterusnya. Ini positif saja, asalkan pekerjaannya dilakukan dengan baik dan benar,” kata Syahrir.

Menurut dia, sedangkan mengenai rencana pembangunan driving range senilai Rp9 miliar, gedung boling Rp49 miliar, dan gedung voli senilai Rp150 miliar yang seluruhnya di Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda, dihentikan saja karena belum prioritas.

Syahrir juga meminta jajaran Pemprov dan DPRD Kaltim menetapkan kebijakan pembangunan berbasis pada kebutuhan rakyat, bukan keinginan para pejabat.

“Kalau basisnya keinginan pejabat, bukan kebutuhan rakyat, jadinya seperti sekarang, banyak yang mangkrak. Desakan IA KPMKT ini juga berlaku untuk Pemkot Samarinda, proyek seperti Jembatan Mahkota II yang sudah 13 tahun tidak selesai-selesai, juga harus segera dituntaskan,” ujar Syahrir.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini