Hal senada dikemukakan Oom Ruhayah (53) dan suaminya Samsul Arifin (60). Mereka menikmati ibadah di Madinah dan Makkah, sehingga tidak terpikir membeli oleh-oleh khas Arab. "Kalau oleh-oleh saya beli di Tanah Abang saja. Di sini fokus ibadah," ujar Samsul Arifin.
Keduanya senang akhirnya bisa kembali ke Tanah Air untuk bertemu kedua anak mereka yang selalu khawatir bila mendengar ada musibah terjadi di Tanah Suci. Seperti musibah crane roboh di Masjidil Haram dan tragedi Mina pada 24 September 2015.
Lebih lanjut, kloter pertama jamaah asal Jakarta Utara diberangkat dari pemondokan ke Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sekira pukul 23.00 WAS dengan menggunakan bus dari perusahaan Abu Sarhad.
Diperkirakan dalam dua jam mereka akan tiba di tujuan. Kemudian melakukan cek keimigrasian yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam, sebelum terbang ke Bandara Soekarno Hatta (Soettea) dengan menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7461.
"Kami diperkirakan sampai di Jakarta pada Senin (28/9/2015) pukul 14.00 WIB dan langsung ke Asrama Haji Pondok Gede. Keluarga menjemput di sana," kata Samsul Kepala Seksi Pemulangan Jamaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.