Image

Peningkatan Pelayanan Haji Dirasakan Para Jamaah

Arief Setyadi , Jurnalis · Selasa, 20 Oktober 2015 - 22:31 WIB
Foto: Illustrasi Okezone Foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Pada 25 Oktober 2015 seluruh kloter jamaah haji direncanakan kembali ke Tanah Air. Penyelenggaraan haji pada tahun ini terkait dengan fasilitas pelayanan pun dipastikan telah mengalami perubahan dengan baik.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Haji Kementerian Agama (Kemenag), Suratman mengatakan, sejumlah perbaikan untuk fasilitas para jamaah terus dilakukan. Di antaranya, kualitas kamar serta pemondokan yang memberikan kenyamanan bagi para jamaah.

Misalnya, jarak pemondokan dari Makkah ke Masjidil Haram yang sesuai peraturan sekira 4,5 kilometer menjadi jarak maksimal. Tapi, dalam realisasinya pemondokan yang disewa untuk jamaah tahun jaraknya hanya sekira 4,3 kilometer.

“Meskipun tidak melampaui jarak maksimal, jarak tersebut masih terasa jauh, apalagi untuk jamaah yang sudah lansia. Untuk itu, PPIH memberikan layanan bus antarjemput. Pengukuran jarak dilakukan dari pintu pemondokan sampai titik luar Masjidil Haram yang terdekat dengan pemondokan,” kata Suratman di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Begitu juga dengan pemondokan di Madinah, kata dia, sesuai ketentuan jarak maksimal 1,5 kilometer. Tapi pada tahun ini untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaah, seluruh pemondokan berada di Markaziyah dengan jarak hanya sekira 500 meter dari Masjid Nabawi.

Suratman menambahkan, pembenahan pelayanan haji juga dilakukan pada kapasitas kamar bagi jamaah. Adapun aturan kapasitas kamar maksimal delapan kamar tidur dengan perbandingan satu kamar mandi.

"Hal ini dilakukan dengan metode tamtir dan taksir, yaitu penentuan kapasitas kamar dan hotel dengan pengukuran luas masing-masing kamar,” sambungnya.

Pada tahun ini, sambung Suratman, ukuran ruangan per-jamaah telah ditentukan minimal 3,5 meter atau dibatas toleransi 3,4 meter termasuk perbandingan kamar mandi 1:8.

“Maksimal kapasitas per kamar sebanyak enam orang, minimal dua orang. Hanya beberapa kamar yang kapasitasnya tujuh atau delapan per kamar,” jelasnya.

Suratman meyakini, pengaturan yang dilakukan semakin meningkatkan kenyamanan bagi para jamaah. Bahkan, lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Sebagaimana diungkapkan jamaah haji kloter 19 embarkasih Jakarta-Bekasi, Munito. Jika pelayanan haji pada tahun ini mengalami peningkatan. Dia merasakan dari penempatan jamaah dalam satu kamar, dimana masih terdapat sisa tempat tidur dan berbeda dengan tahun sebelumnya yang padat.

“Jadi lapang kamarnya,” kata Munito.

Senada diutarakan, Jayati, jamaah haji dari embarkasih Jakarta-Bekasi, kalau pengaturan pemondokan lebih baik karena jaraknya semakin dekat dengan Masjidil Haram.

“Kalau dari pondok mau ke Masjidil Haram hanya sebentar. Jadi enggak perlu ngeluarin banyak tenaga,” ujar Jayati.

Penyelenggaraan haji pada tahun ini dipastikan terus mengalami perbaikan dengan berbagai pelayanan yang diberikan bagi para jamaah. Kendati, sejumlah musibah turut mewarnai penyelenggaraan haji pada tahun ini.

(wal)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming