Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

30 September: Pierre Tendean & Ade Irma Perisai Jenderal Nasution

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 30 September 2015 |07:47 WIB
30 September: Pierre Tendean & Ade Irma Perisai Jenderal Nasution
Kapten (Anumerta) Pierre Andreas Tendean (Foto: Repro Museum Pahrev Ahmad Yani/Randy Wirayudha)
A
A
A

JENDERAL Abdoel Haris Nasution sebagai Menko Hankam/KASAB, masuk jadi salah satu bidikan PKI, pemuda rakyat dan Pasukan Tjakrabirawa yang sudah terpengaruh kelompok kiri untuk diculik, sebagaimana sejumlah jenderal TNI AD lainnya.

Namun Nasution luput dari maut, meski harus merelakan salah satu ajudannya, Lettu (CZI) Pierre Andreas Tendean dan yang paling menyakitkan, putrinya, Ade Irma Suryani turut jadi tumbal bak perisai untuk sang jenderal.

Seperti dikutip dari buku ‘Tujuh Prajurit TNI Gugur: 1 Oktober 1965’, pada 30 September 1965 merupakan hari ulang tahun ibunda Lettu Tendean dan sosok yang dikemudian hari dianumertakan dengan pangkat kapten itu, sedianya sudah ingin mudik ke Semarang.

Tapi Tendean masih berada di kediaman Jenderal Nasution, Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat, pada 30 September sore, jelang pergantian shift dengan AKP Hamdan Mansjur, hingga malam.

Saat kediaman Jenderal Nasution didatangi gerombolan Tjakrabirawa, Tendean-lah orang pertama yang menghadapi dan mengaku sebagai Nasution. Tendean sempat lebih dulu diikat di pohon besar depan rumah oleh gerombolan pimpinan Lettu Doel Arief.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement