Tapi setelah mendapat sejumlah penganiyaan dan penyiksaan, barulah diketahui yang yang mereka tangkap itu bukan Nasution. Tendean dibiarkan sekarat dengan beberapa luka tembak sampai menghembuskan nafas terakhirnya.
Sementara Nasution sendiri, berhasil meloloskan diri dengan melompat pagar dan sembunyi di rumah Duta Besar Irak di sebelah kediamannya. Sementara keluarga Tendean baru tahu bahwa perwira TNI belasteran Indonesia-Prancis itu turut jadi korban kebengisan PKI, via siaran radio pada 4 Oktober 1965.
Adapun situasi di dalam rumah sempat terjadi drama sebelum Nasution meloloskan diri. “Jangan buka pintu! Mereka akan membunuh kamu!,” seru Johanna Sunarti Nasution kepada suaminya ketika tahu kedatangan gerombolan pemuda rakyat dan Tjakrabirawa.
Johanna sempat sedikit bertanya soal kedatangan mereka. Tapi salah satu dari gerombolan bak melihat sosok Nasution di balik pintu. Mereka pun sontak melontarkan tembakan. Nasution berusaha menghindar dengan menjatuhkan diri ke lantai. Bak mukjizat, peluru-peluru itu pun luput dari tubuh istri Nasution.
Tapi berondongan tembakan di dalam rumah mirisnya mengenai tubuh Ade Irma yang sudah terbangun dari tidurnya. Sementara Nasution sudah meloloskan diri, sang istri yang kemudian mendekati Ade Irma, mendapati putrinya bersimbah darah.