Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

30 September: Pengorbanan KS Tubun & Para Perwira Yogya

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 30 September 2015 |08:48 WIB
30 September: Pengorbanan KS Tubun & Para Perwira Yogya
Brigjen (Anumerta) Katamso Darmokusumo (Foto: Wikipedia)
A
A
A

KEJADIAN di rumah Jenderal Abdoel Haris Nasution turut merembet ke rumah Wakil Perdana Menteri II, Dr. Johannes Leimena yang bertetangga dengan Nasution. Leimena pun turut didatangi gerombolan Tjakrabirawa pada suatu subuh, 1 Oktober 1965.

Kala itu, seorang pengawal polisi, Bripka Karel Satsuit Tubun (KS Tubun) merupakan petugas jaga di rumah Leimena.

Ketika para pengawal lain sudah dilumpuhkan, KS Tubun mencoba melawan. Sayang, tembakannya meleset, sementara rentetetan balasan menembus tubuhnya. KS Tubun saat itu juga tewas di tempat.

Bengisnya PKI dan gerombolan ekstrem kiri tak hanya menerjang Ibu Kota Jakarta. Yogyakarta dan sekitarnya turut jadi target daerah penguasaan pada 30 September-1 Oktober 1965.

Kolonel Katamso Dharmokoesoemo, Komandan Korem 072 dari Kodam Diponegoro, serta Letkol Soegijono, turut jadi korban keberingasan PKI yang menyiksa keduanya hingga di luar batas kemampuan manusia, bersama 11 perwira TNI AD lainnya.

Dalam buku ‘Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia', Katamso dan Soegijono diculik dari kediamannya ke Kompleks Batalion L di Desa Kentungan, Yogyakarta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement