Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mari Lestarikan Kupu-Kupu Khas Indonesia!

Advertorial , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2015 |10:43 WIB
Mari Lestarikan Kupu-Kupu Khas Indonesia!
Foto: Pertamina
A
A
A

Di tempat ini para pegiat Yayasan Sahabat Alam, yang dikomando Dr Herawati Soekardi, memberikan tempat pendidikan, penelitian, wisata serta konservasi kupu-kupu. Tahapan metamorfosis kupu-kupu secara lengkap bisa dilihat di tempat ini. Mulai dari telur, ulat (larva), kepompong hingga kupu-kupu. Herawati sengaja membuat dome atau rumah besar berdinding jaring sebagai tempat untuk melihat dari dekat keanekaragaman kupu-kupu.

Pengalaman baru dan seru pasti dirasakan setiap orang yang berkunjung ke tempat ini. Ada 177 spesies kupu-kupu yang dikonservasi salah satunya Troides Helena, atau sering disebut sebagai kupu-kupu raja. Pertamina menunjukkan keperduliannya dalam upaya Yayasan Sahabat Alam menjaga siklus hidup dan keragaman spesies kupu-kupu dengan menggunakan sistem rekayasa habitat. Yakni menanam berbagai jenis tanaman inang dan tamanam pakan bagi kupu-kupu.

Sejak 2013, Taman Kupu-kupu Gita Persada bersama PT Pertamina (Persero) telah menanam 10.000 ribu tanaman yang disukai kupu-kupu, di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Terdiri dari 4.000 tanaman konservasi kupu-kupu, 4.000 tanaman konservasi satwa liar dan 2.000 tanaman penyangga. Selain itu, juga memberikan dukungan untuk program pelatihan konservasi, pembuatan taman serta alat penangkaran kupu-kupu.

Program berjangka lima tahun ini akan dilanjutkan dengan penanaman 10.000 pohon sebagai upaya konservasi hutan dan habitat kupu-kupu pada 2015.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan selain membantu penyerapan karbondioksida, penamanan pohon dengan sistem rekayasa habitat di Taman Kupu-kupu Gita Persada sekaligus mendukung pelestarian spesies kupu-kupu langka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement