BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu mengelar sebuah kegiatan yang mengundang kontroversial. Yakni, program ‘Bengkulu Ku Religius-Salat Berjamaah Berhadiah', dan jamaah yang rajin salat setiap hari Rabu mendapatkan mobil mewah.
Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan yang sempat membuat kontroversi dengan program pemerintah daerah tersebut tetap memberikan hadiah kepada warga Bengkulu yang rajin salat zuhur berjamaah setiap hari Rabu di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Anggut Bawah, Kota Bengkulu.
Meski sempat diperguncingkan, tidak membuat panitia untuk mundur menghentikan program salat berhadiah tersebut. Hal ini ditandai dengan pembagian hadiah utama berupa satu unit mobil Toyota Innova milik Wali Kota Bengkulu kepada jamaah usai menunaikan ibadah salat zuhur. Namun, dua hadiah mobil lain dari sponsor batal dibagikan.
Panitia salat berhadiah menetapkan Marwan HS, dengan nomor urut 677 yang berprofesi sebagai honorer di Dinas Pertanian Kota Bengkulu dan penjaga Rumah Potong Hewan (RPH) berhasil 'memboyong' satu unit mobil Toyota Innova warna putih bernopol BD 1850 AV, milik istri Wali Kota Bengkulu.
Sekretaris Panitia salat berjamaah berhadiah, Salahudin Yahya, mengatakan, program salat berhadiah tersebut sudah berlangsung sejak dua tahun lalu, dengan mengikuti salat berjamaah tanpa hentinya setiap hari Rabu.
''Pemenang mobil Innova ini konsisten melaksanakan salat berjamaah pada hari Rabu dan tidak pernah ketinggalan,'' kata Salahudin, Rabu (7/10/2015).
Salahudin menjelaskan, pemenang salat berhadiah dengan hadiah utama satu unit mobil Innova tersebut setelah pihaknya menseleksi 149 peserta, yang mana 131 diantaranya memperoleh hadiah umroh.
''Hadiah mobil ini dari Wali Kota Bengkulu, yang merupakan kendaraan pribadinya,'' ujar Salahudin.
Namun, pembagian mobil tersebut sempat ditolak oleh beberapa pihak karena dianggap gratifikasi. Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, dua hadiah mobil dari sponsor yang tidak jadi dibagikan, lantaran sempat ditolak karena adanya dugaan gratifikasi sehingga dari sponsor menarik hadiah tersebut.
''Waktu pembagian dua hadiah sempat ditolak. Makanya tidak jadi dibagikan,'' jelas Helmi.
Ditemui terpisah, pemenang mobil Innova, Marwan, mengaku, tidak percaya dengan hadiah yang ia peroleh. Bahkan, kata dia, dirinya baru tahu usai pelaksanaan salat zuhur. Selain itu, jelas dia, hadiah utama yang ia peroleh satu hari sebelumnya tidak ada mendapatkan firasat atau mimpi akan ketiban 'durian runtuh' mobil Innova.
''Saya tidak menyangka dan menduga kalau dapat hadiah mobil Innova. Padahal salat yang saya jalani ini semata karena Allah SWT,'' aku Marwan.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))