Divonis 12 Tahun Penjara, Mantan Bupati Karanganyar Ajukan PK

Mustholih, Okezone · Jum'at 16 Oktober 2015 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 16 512 1232679 divonis-12-tahun-penjara-mantan-bupati-karanganyar-ajukan-pk-YBT33698s8.jpg Ilustrasi. (dok.Okezone)

SEMARANG - Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih, memutuskan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus penyalahgunaan anggaran subdisi perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat tahun anggaran 2007-2008 untuk proyek Perumahan Griya Lawu Asri.

Kuasa hukum Rina, Muhammad Taufik, mengatakan kliennya yang terkibat kasus itu berkeberatan dihukum 12 tahun penjara. "Kita akan ajukan PK. Itu pasti," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (16/10/2015).

Namun, Taufik belum bisa mengungkap kapan surat PK Rina diajukan. "Akan kita konsultasikan. Hari Minggu kami akan bertemu Ibu Rina," tutur Taufik.

Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar Rina mengajukan PK. Pertimbangan itu antara lain, Majelis Hakim MA yang dipimpin Artidjo Al-Kautsar diangap tidak membaca lampiran alat bukti tentang tidak adanya bukti asli yang dijadikan dakwaan.

"Artidjo tak pernah baca lampiran alat bukti tentang tidak ada bukti asli yang dijadikan alat dakwaan. Polda (Jateng) menyatakan tidak ada bukti asli dan Jamwas pernah meminta dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik atas 62 alat bukti yang dipakai JPU untuk mendakwa Ibu Rina," ucap Taufik.

Sebelumnya dikabarkan, Rina Iriani dijatuhi hukuman 12 tahun penjara berdasarkan putusan kasasi oleh Majelis hakim yang beranggotakan hakim Artidjo Alkostar Krisna Harahap, dan MS Lumme. Selain itu, Rina Iriani dijatuhi hukuman membayar denda Rp1 miliar dan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara Rp11.875.843.600.

Atas putusan itu, Taufik berkukuh menyatakan kliennya tidak bersalah. "Ibu Rina tetap tegar karena yakin tidak bermasalah," pungkas Taufik.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini