TEL AVIV – Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu menerima kecaman keras setelah mengatakan bahwa holocaust bangsa Yahudi oleh Hitler adalah hasil bujukan Mufti Besar Palestina di Yerusalem saat itu yakni Haji Amin al Husseini. Menurut Netanyahu, sebelum bertemu dengan Mufti Al Husseini, Hitler tidak memiliki keinginan untuk memusnahkan bangsa Yahudi.
“Dia (Hitler) ingin mengusir bangsa Yahudi. Kemudian Haji Amin al Hussein berkata kepada Hitler bahwa jika dia mengusir bangsa Yahudi maka mereka akan datang ke sini (Palestina). ‘Jadi apa yang harus saya lakukan kepada mereka?’, tanyanya. ‘Bakar mereka,’ “ demikian kata Netanyahu di hadapan peserta Kongres Zionis Dunia, sebagaimana dilansir IB Times, Rabu (21/10/2015).
Pernyataan Netanyahu tersebut membuat berang Otoritas Palestina yang menganggapnya menjadikan warga Palestina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian sekira 6 juta warga Yahudi pada 1941 hingga 1945 itu.
“Ini adalah hari yang menyedihkan saat pemimpin Pemerintah Israel sangat membenci tetangga hingga mampu membebaskan penjahat perang terburuk dalam sejarah, Adolf Hitler dari pembunuhan 6 juta Yahudi dalam holocaust,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erakat.
Apa yang dikatakan Netanyahu juga dianggap berbahaya karena semakin memperlebar jarak antara warga Palestina dan Israel yang saat ini berada dalam keadaan tegang setelah serangkaian tindak kekerasan yang menelan puluhan nyawa.
Pada kenyataannya, Hitler memang pernah bertemu dengan Mufti al Husseini pada 1940. Namun, tuduhan Netanyahu mengenai pengaruh sang Mufti dalam holocaust telah dimentahkan oleh para ahli sejarah.
Kontroversi pernyataan Netanyahu ini muncul setelah tindak kekerasan terbaru muncul di Tepi Barat. Tentara Israel menembak mati dua orang Palestina yang menyerang mereka dengan pisau. Kejadian ini menambah jumlah korban yang jatuh dalam dua bulan terakhir menjadi 60 orang.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.