Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Turki Serbu Kantor Media Pengkritik Pemerintah

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2015 |19:55 WIB
Polisi Turki Serbu Kantor Media Pengkritik Pemerintah
Kantor media Koza-Ipek yang diserbu polisi Rabu dini hari waktu setempat (Foto: Reuters)
A
A
A

ISTANBUL – Kepolisian Istanbul menyerbu kantor media yang mengkritik pemerintah. Polisi menggunakan gas air mata untuk menyerbu masuk pada Rabu 28 Oktober dini hari waktu setempat. Tindakan polisi didasarkan keputusan pengadilan untuk mengambil alih media tersebut sebelum Pemilu Turki 2015 berlangsung pada Minggu 1 November.

Seorang jaksa telah memerintahkan Koza-Ipek Holding, perusahaan media tersebut, dikelola sementara oleh pihak lain selama dalam penyelidikan. Perusahaan tersebut dicurigai mempunyai hubungan dengan Fethullah Gulen, seorang ulama karismatik Turki yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Gulen dan kelompoknya dituduh ingin mengganggu keamanan negara menjelang pemilu.

Langkah ini termasuk tindakan keras pemerintah terhadap kelompok Gulen yang terlah berlangsung sejak Desember 2013. Saat itu jaksa meluncurkan penyelidikan terhadap orang-orang dekat Presiden Recep Tayyip Erdogan atas tuduhan korupsi. Presiden berusia 61 tahun itu melabeli penyelidikan tersebut sebagai upaya kudeta.

Ratusan polisi dan jaksa penyidik yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok Gulen dipecat. Pada Mei 2015, regulator perbankan yang juga diduga memiliki hubungan dengan kelompok tersebut ditangkap.

Kritikus mengecam keras tindakan penyerbuan ini. Mereka menganggap pemerintah ingin membungkam suara oposisi menjelang pemilu. Koza-Ipek sendiri memiliki saluran televisi Bugun dan Kanal Turk serta surat kabar Bugun dan Millet.

Keputusan pengadilan itu dikeluarkan pada Senin 26 Oktober 2015. Polisi bentrok dengan ratusan pegawai Koza-Ipek, pendukung, dan oposisi pemerintah yang berkumpul untuk menunjukkan dukungan.

Polisi akhirnya terpaksa harus mengawal pihak yang ditunjuk untuk mengambil alih kepemilikan Koza-Ipek ke dalam gedung. Editor Bugun TV, Tarik Toros, terlihat beradu argumen dengan pemilik sementara yang tidak disebutkan namanya itu.

“Kami berhadapan dengan insiden yang tak dapat diterima. Erdogan seperti kebal terhadap hukum. Dia seperti sibuk membantai mereka yang berusaha menegakkan kebenaran,” ujar Haluk Koc, wakil pimpinan partai oposisi, seperti dilaporkan ABC News, Rabu (28/10/2015).

Partai-partai oposisi Turki mengutuk keras tindakan penyerbuan ini. Mereka menganggap ini adalah pelanggaran hukum oleh Erdogan untuk membungkam media yang kritis. Kelompok jurnalis juga mengecam tindakan ini.

“Pemerintah berusaha membungkam mereka yang kritis menjelang pemilu dimulai,” tulis Asosiasi Wartawan Ankara dalam sebuah pernyataan.

Tekanan kepada pers dan jurnalis asing meluas di Turki akhir-akhir ini menjelang pemilu. September 2015, harian Hurriyet yang beraliran sekuler dirusak oleh massa setelah harian tersebut menyerang Erdogan secara verbal. Pemerintah Turki bungkam atas serangkaian serangan ini.

(Hendra Mujiraharja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement