ANKARA – Kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan disambut dengan kecemasan oleh warga Turki. Kebanyakan dari mereka khawatir presiden berusia 61 tahun itu akan berubah menjadi diktator.
Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan penyerbuan polisi Turki sebelum pemilu digelar kepada salah satu media pengkritik pemerintah. Tindakan itu dinilai atas perintah Erdogan.
Berdasarkan hasil penghitungan cepat, AKP diprediksi mendominasi parlemen dengan perolehan 316 kursi. Dominasi tersebut dinilai akan memberikan mandat kepada Erdogan untuk menjalankan aksi militer melawan pemberontak Kurdi. Kebijakan ini dikritik karena sangat otoriter.
Beberapa saat setelah penghitungan suara dilakukan, keributan terjadi di wilayah Diyarbakir. Wilayah tersebut merupakan kawasan utama warga Kurdi di Turki. Demonstran yang memprotes kemenangan AKP disambut dengan gas air mata oleh polisi.
“Saya takut. Saya tidak mau lagi tinggal di negara ini karena tidak tahu akan seperti apa ke depannya. Kita telah kehilangan kesempatan mengakhiri kediktatoran Erdogan,” ujar Guner Soganci, seorang warga Istanbul, seperti dilaporkan ABC, Senin (2/11/2015).
Warga lain bernama Alphan Ozbalta menyayangkan mereka yang memilih AKP. Pria berusia 32 tahun itu menyebut AKP hanya membawa Turki kepada kekacauan. Sedangkan seorang bankir bernama Meryem Bahar menuding ada kecurangan dalam pemilu kali ini.
Pemimpin Partai Rakyat Demokratik (HDP) Selahattin Dermitas menilai pemilu kali ini tidak adil. Dermitas menyebut partainya terlalu sibuk melindungi kader-kadernya karena dilabeli oleh Pemerintah Turki sebagai kepanjangan tangan pemberontak Kurdi.
Rakyat Turki sendiri sekarang terbelah secara etnik, politik, dan agama akibat konflik dengan kelompok Kurdi. Pihak pemerintah menyalahkan militan ISIS dalam konflik tersebut. Salah satu contoh konflik adalah tragedi bom Ankara yang berlangsung saat aksi damai untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Kurdi.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.