Dia mencontohkan, saluran air yang masih mengalami kebocoran berada di kawasan Dwi Warna, Jakarta Barat, yang ketika hujan datang, maka air menggenang. Hal itu disebabkan, saluran air penghubung banyak diduduki oleh warung-warung warga.
Mengatasi hal ini, Pemprov DKI akan membangun batas berupa beton di sepanjang saluran penghubung tersebut.
"Nah, sekarang kita bongkarnya gimana? Semua beton. Kita beton nggak bisa masukin mesin di gang-gang kecil, mesti pakai orang. Nah, itu terus kita kerjain," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menambahkan, sistem perairan di Jakarta yang diciptakan pada Zaman Belanda sebenarnya sudah memadai. Tugas dari Pemprov DKI kini memastikan saluran air tak ada yang terhambat, sehingga tak menyebabkan banjir.
"Di Jakarta kan sistem air Belanda udah bagus tahu nggak, 13 sungai, ada yang sampai 800 sungai-sungai penghubung. Jadi kalau semua berhubungan kan, istilahnya ini bejana kapiler nih, air turun, kalau ada saluran semua pasti beres," tukasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.