"Sampai saat ini hasilnya belum keluar, apakah pasien tersebut positif flu burung, saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan menggunakan Metode Reverse Transcription–Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)," ujar Dyani kepada wartawan, Selasa (3/11/2015).
Ia menjelaskan, saat ini kondisi DA telah stabil namun tidak dapat ditemui oleh kerabat secara langsung, lantaran masih dirawat di ruangan isolasi dan tengah dicek apakah positif terkena virus H5NI.
"Kita akan pantau terus kondisi pasien, untuk saat ini belum ada pemberian obat khusus, namun gejala-gejala dari pasien memang mengarah ke ciri-ciri virus flu burung," tambahnya.
Sulianti menuturkan, saat dirujuk kondisi DA mengalami demam tinggi selama beberapa hari meski tidak diiringi sesak nafas, bocah malang tersebut memang memiliki riwayat kontak dengan unggas yang mati.
"Pemeriksaan PCR yang keluar nanti langsung dikirim Litbang untuk diverifikasi, hasilnya mungkin bisa keluar satu dua hari kedepan," tandas Dyani.