Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Dapat Gelar Pahlawan, Ini Reaksi Pendukung Soeharto

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 09 November 2015 |00:03 WIB
Tak Dapat Gelar Pahlawan, Ini Reaksi Pendukung Soeharto
(Foto: HMSoeharto.id)
A
A
A

SOLO - Para pengagum almarhum mantan Presiden RI Ke-2 Soeharto yang tergabung dalam Yayasan Keluarga Besar Soeharto Indonesia (YKBSI) kecewa lantaran penguasa Orde Baru itu tidak mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Ketua YKBSI Kiswadi Agus mempertanyakan apa kriteria yang dipakai pemerintah hingga Soeharto dianggap tak layak untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Sebab, bila patokan yang dipakai pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan itu bagi mereka yang belum pernah bermasalah dengan hukum, tentu Pak Harto berhak menerimanya.

"Saya tanya apa kreteria hingga pak Harto dianggap tak layak menerima gelar pahlwan. Kalau dari aspek hukum, tentu Pak Harto layak. Soalnya, hingga akhir hayatnya apakah ada vonis hakim yang menyatakan pak Harto bersalah. Apa ada? Tidak ada bukan," papar Kiswadi kepada Okezone di Solo, Jawa Tengah.

Bila kreteria pemberian gelar pahlawan itu diberikan atas jasa-jasanya, Kiswadi menilai Pak Harto pun layak menerimanya. Contoh besar saja, ungkap Kiswadi, saat perang Kemerdekaan, Soeharto berhasil menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia yang merdeka dan berdaulat itu masih ada. Itu dilakukan oleh Soeharto lewat Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

Di masa kemerdekaan, Pak Harto pun berhasil merebut dan mempertahankan Irian Barat dari Belanda melalui operasi Mandala. Kemudian, lewat perannya, pak Harto pun berhasil menumpas gerakan G 30 S PKI. "Dimasa mengisi kemerdekaan, Pak Harto pun berhasil membawa Indonesia diakui oleh PBB melalui program ketahanan pangan dan keluarga berencana. Terus apa lagi yang kurang," tanya Kiswadi.

Bahkan Kiswadi pun mengatakan antara Soekarno dan Soeharto itu sama. Bila secara de jure bung Karno yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sedangkan secara de facto Pak Harto pun sang proklamator yang mampu menunjukan Indonesia pada mata dunia lewat Serangan Umum 11 Maret. "Tapi bila dikaitkan dengan kepentingan politik bila dikhawatirkan kalau Pak Harto mendapatkan gelar pahlawan akan mengganggu kepentingan pihak-pihak yang akan terusik, saya tidak bisa apa-apa," jelasnya.

Namun, bila dikaitkan dengan pengabdian Pak Harto tak perlu diragukan lagi. Bahkan sewaktu sakit pun Pak Harto menolak dibawa ke luar negeri. Meski negara yang akan menanggung semua biaya pengobatan. Itu dilakukan, karena Pak Harto percaya bila dokter-dokter Indonesia tak kalah dengan dokter-dokter di luar negeri.

"Sampai kapanpun kami akan terus memperjuangkan agar pak Harto mendapatkan gelar pahlawan. Kami pun meminta, agar Presiden Jokowi tak menutup mata terhadap jasa-jasa pak Harto," pungkasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement