Presiden Joko Widodo memutuskan memberikan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh yang telah dianggap berjasa besar untuk Bangsa Indonesia. Pemberian gelar pahlawan nasional ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/ Tahun 2015.
Acara pemberian gelar pahlawan dihelat di Istana Negara dengan memberikan plakat gelar pahlawan nasional kepada ahli waris masing-masing tokoh. Kelima tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional, antara lain:
1. Almarhum Bernard Wilhem Lapian (Tokoh dari Provinsi Sumatera Utara), merupakan sosok yang ikut merebut kekuasaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama terlibat aktif dalam peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 silam.
2. Almarmum Mas Isman (Tokoh dari Provinsi Jawa Timur), diketahui sebagai pendiri Kosgoro, yang merupakan salah satu pendiri partai Golkar.
3. Almarhun Komjen (Pol) Dr H Moehammad Jasin (Tokoh dari Jawa Timur), merupakan tokoh dari kalangan polisi, yang membentuk satuan Brigadir Mobil (Brimob) sebagai satuan elit dan tertua di Kepolisian RI.
4. Almarhum I Gusti Ngurah Made Agung (Tokoh dari Provinsi Bali), merupakan pencetus dari peristiwa perang puputan Badung dalam rangka melawan penjajah Belanda pada 1902-1906 silam.
5. Almarhum Ki Bagus Hadikusumo (Tokoh dari Provinsi Yogyakarta). Tokoh yang lahir dari Muhammadiyah. Ia menentang perintah penjajah Jepang agar berdoa kepada Dewa Matahari. Ia juga yang merumuskan pokok pemikiran Ahmad Dahlan yang kemudian menjadi mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.
Sementara itu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan selangkah lagi presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dipastikan menjadi pahlawan nasional. "Gus Dur sudah pernah diputuskan di 2013, dan di-pending sesungguhnya hanya menunggu waktu. Jadi kalau kepahlawanan Gus Dur itu dari Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Pahlawan (TP2GP) itu sudah selesai, dari Dewan Gelar sudah selesai, tinggal menunggu proses penganugerahan," ujar Khofifah usai acara penganugerahan lima pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi, Kamis 5 November 2015.
"Semua sudah selesai, tinggal menunggu saat penganugerahannya," imbuhnya.
Pertimbangan pemberian gelar pahlawan nasional, sambungnya, dari TP2GP kabupaten/kota, kemudian TP2GP provinsi, untuk selanjutnya dilanjutkan ke TP2GP pusat. "Dari dewan gelar diputuskan untuk tahun ini penganugerahan kepada empat dari TP2GP 2015, dan satu dari tim dewan gelar yang dulu memang sudah pernah menyepakati Ki Bagus Hadikusumo. Sehingga limalah yang hari ini mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Presiden," terangnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.