HUT Puputan Margarana, Masyarakat Bali Diminta Mantapkan Nasionalisme

Puji Sukiswanti , Sindonews · Jum'at 20 November 2015 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 20 340 1252784 hut-puputan-margarana-masyarakat-bali-diminta-mantapkan-nasionalisme-oLyO3zxR9C.jpg Gubernur Bali saat acara HUT Puputan Magaran (Puji Sukiswanti/Sindonews)

TABANAN - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengajak masyarakat bali, generasi muda khususnya, memantapkan nilai-nilai nasionalisme sebagai wujud rasa hormat dan bakti kepada jasa-jasa para pahlawan.

Demikian disampaikannya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-69 Puputan Margarana di Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, Jumat (20/11/2015).

“Generasi muda harus mewarisi semangat kepahlawanan itu, agar bisa bersaing dengan bangsa lain di dunia dan saya berharap semangat patriotisme, cinta tanah air, heroisme, rela berkorban, kesetiakawanan harus kita laksanakan sekarang,” katanya.

Pastika berharap momentum itu dapat dijadikan sebagai ajang bagi masyarakat Bali untuk memantapkan komitmen serta meningkatkan kepedulian dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial di daerah sebagaimana cita-cita para pahlawan.

Dia menambahkan, para pejuang hanya berbekal senjata sederhana melawan penjajah namun dilandasi dengan semangat juang bela negara yang tinggi. Hasilnya, mampu menunjukkan karakter sejati orang Bali yang “sutindih” terhadap tanah kelahirannya, didasari semangat “jengah” dan “jiwa puputan”.

“Karakter ini masih tetap relevan dalam perjuangan kita saat ini, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang diwarisi para pahlawan seperti kepahlawanan, keperintisan, kejuangan, kesetiakawanan sosial serta semangat rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, harus tetap menjadi inspirasi dan motivasi dalam mengisi kemerdekaan,” tegas Pastika.

Pelaksanaan peringatan ini, menurut Pastika, merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap para pahlawan di mana para pejuang terdahulu dengan penuh historis serta semangat rela berkorban mempertahankan tanah air.

“Peringatan ini merupakan momentun reaktualisasi nilai-nilai historis perjuangan bangsa, sekaligus menjadi pijakan dalam melanjutkan perjuangan saat ini," tegasnya.

"Peristiwa Puputan yang dipimpin oleh Letnol Kolonel I Gusti Ngurah Rai melawan kaum penjajah yang ingin kembali menguasai tanah air, menunjukkan semangat perjuangan dan persatuan masyarakat Bali, “ tambahnya.

Upacara dengan peserta gabungan Perwira TNI/Polri, Brimob Polda Bali, PNS di lingkungan Pemkab Tabanan, Pemuda Panca Marga Tabanan, Pramuka, siswa-siswi SMP dan SMA ini, dirangkaikan pula dengan penyerahan panji sakti dan surat sakti dari pasukan Ciung Wanara kepada Pemuda Panca Marga.

Acara peringatan juga dimeriahkan dengan ritual persembahyangan oleh masyarakat Desa Marga yang diikuti oleh ratusan para pejuang daerah yang dahulu pernah bertempur melawan serdadu-serdadu Belanda di bawah pimpinan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang bertempur sangat hebat di daerah Margarana.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini