Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kebun Bunga Amaryllis Rusak, Pengunjung Tetap Membludak

Markus Yuwono , Jurnalis-Minggu, 29 November 2015 |16:52 WIB
 Kebun Bunga Amaryllis Rusak, Pengunjung Tetap <i>Membludak</i>
Kebun bunga amaryllis yang hancur (Foto: Markus/Sindo Radio)
A
A
A

YOGYAKARTA - Taman Amaryllis yang berlokasi di Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DIY menghebohkan dunia maya karena bunga-bunga di sana rusak akibat diinjak-injak pengunjung yang membeludak. Hingga hari ini, taman tersebut tetap ramai.

Berdasarkan pantauan Minggu (29/11/2015), kebun milik Sukadi itu ramai dikunjungi pengunjung yang penasaran dengan hamparan bunga. Padahal, sebagian tanaman bunga sudah tampak layu. Ada yang karena termakan usia, ada pula yang rusak karena terinjak-injak.

Meski sudah rusak, pengunjung tetap antusias mengabadikan hamparan bunga menggunakan kamera handphone dan kamera profesional. Ironisnya, para pengunjung tetap saja berada di antara bunga-bunga meski sudah ada pengumuman dilarang menginjak tanaman.

Pihak keamanan dari kepolisian dan masyarakat sekitar tampak sibuk mengatur kendaraan yang ingin masuk ke lokasi. Sebab, jalan masuk hanya sekitar 4 meter, sehingga kendaraan harus bergantian.

Warga sekitar, juga memanfaatkan membludaknya pengunjung dengan membuka lokasi parkir. Selain itu, warga menjajakan makanan dan minuman bagi para wisatawan.

Sukadi, pemilik kebun bunga amaryllis mengatakan, kondisi taman bunga seluas 2.350 meter persegi miliknya rusak karena terinjak pengunjung. Meski demikian, dirinya tidak mau menyalahkan siapa-siapa.

"Rusaknya karena keinjak – injak, namun ya mau gimana lagi ke depannya akan saya tata lagi agar tidak terulang ditahun depan," katanya.

Disinggung mengenai jumlah pengunjung, ayah dua anak tersebut mengaku setiap harinya tidak kurang 700an orang masuk ke lokasi. Mereka tidak dipatok tarif tapi memberi sukarela. "Setiap harinya bisa mencapai 700 pengunjung lebih," katanya.

Selain mendapatkan pemasukan dari pengunjung, Sukadi mendapatkan pemasukan dari wisatawan yang membeli bibit tanaman amaryllis. Bunga amarilys yang tumbuh pada musim penghujan itu, bunganya bertahan selama 3 minggu. ”Lumayan, dalam sehari bisa 60 polybag untuk satu polybagnya dihargai Rp6.000,” katanya.

Sementara Anjar salah satu pengunjung asal Sleman mengaku menyayangkan aksi pengunjung yang merusak lokasi tersebut. "Foto sebenarnya kan bisa dari pinggir ndak usah ketengah, malah hasilnya lebih bagus," katanya.

Seperti diketahui, taman bunga amaryllis ini menjadi perbincangan hangat netizen karena rusak akibat terinjak-injak pengujung. Pengunjung secara sadar berpose di tengah-tengah bunga, tanpa mengkhawatirkan kondisi taman setelahnya.

(Risna Nur Rahayu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement