DEMAK – Rintihan dan jeritan puluhan ibu-ibu pengajian terdengar keras saat jembatan gantung di Dukuh Pojok, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendadak ambruk. Ibu-ibu yang pulang usai pengajian terpaksa bergelantungan di seling jembatan agar tak hanyut ke sungai.
“Jadi saat jembatan ambruk, orang-orang berjatuhan ke sungai. Sebagian ibu-ibu bergelantungan di seling jembatan agar tak ikut jatuh. Mereka yang di atas juga melihat ibu-ibu jatuh ke sungai. Ibu-ibu pengajian menjerit dan berteriak minta tolong,” kata Kades Jragung, Edi Susanto, Minggu (29/11/2015) malam.
Menurutnya, jembatan yang dibangun pada 2003 itu sudah rusak sejak lama. Meski demikian, jembatan tersebut tetap digunakan warga karena tak ada akses lain bagi warga untuk keluar atau masuk ke kampung Dukuh Pojok.
“Jembatan itu satu-satunya akses yang paling dekat. Kalau akses lain itu jaraknya sangat jauh karena harus melalui daerah Kabupaten Grobogan, itu pun kondisinya berupa hutan-hutan. Makanya jembatan ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi warga kami,” tegasnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.