Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dituding Bunuh 200 Warga Sipil, Rusia: 'Itu Informasi Palsu'

Jihad Dwidyasa , Jurnalis-Kamis, 24 Desember 2015 |10:00 WIB
Dituding Bunuh 200 Warga Sipil, Rusia: 'Itu Informasi Palsu'
rudal-rudal Rusia yang mengenai wilayah warga sipil di Idlib, Suriah (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW – Hampir tiga bulan sejak Angkatan Udara (AU) Rusia memulai serangan udaranya untuk membombardir kelompok ISIS di Suriah. Namun, kini yang didapatkan Pemerintah Rusia adalah tudingan dari organisasi internasional sekaligus pengamat HAM, yakni Amnesti Internasional.

Amnesti Internasional diketahui menuding bahwa rudal-rudal Rusia dalam agresinya di Suriah telah membuat tewasnya 200 warga sipil. Namun, hal itu dibantah oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia.

“Saya pikir laporan Amnesti Internasional itu mengandung ‘informasi palsu’. Laporan itu dapat saya katakan berisi data-data yang bias,” ungkap Juru Bicara Kemenhan Rusia, Igor Konashenkov, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (24/12/2015).

“Kami seakan terbiasa dengan laporan dari organisasi pengamat ini. Saya pikir tidak ada data yang konkret,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan, Amnesti Internasional pada Rabu 23 Desember telah menuding bahwa serangan maupun rudal-rudal Rusia untuk membombardir ISIS justru mengakibatkan tewasnya 200 warga sipil Suriah.

Meski begitu, Juru Bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, data-data yang diberikan Amnesti Internasional itu sangat diragukan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement