Alumnus Universitas California, Amerika Serikat ini mengisahkan saat ia mendesain Museum Tsunami Aceh. Menurutnya dari sekian banyak karya yang dia rancang, Museum Tsunami adalah yang paling sulit.
Dia harus mencari banyak referensi kemudian memasukkan rasa emosionalnya dalam rancangan itu, sehingga karya itu memiliki makna luar biasa bukan hanya sebatas keindahan, tapi juga terselip makna edukasi, pengingat peristiwa tsunami, sekaligus menjadi gedung penyelamatan.
“Waktu mendesainnya banyak air mata saya tumpah hingga melahirkan karya ini,” kenang Emil.
Menurutnya arsitektur Museum Tsunami bagian dari ekspresinya yang dipadu dengan kebudayaan.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.