Pengenalan makna dan arti Pancasila hampir tidak tercermin dalam sikap dan perilaku bangsa yang menyatakan dirinya ini sebagai suatu bangsa yang besar. Bila kepada masing-masing mereka ditanya apakah mereka mengenal Pancasila, ternyata akan banyak dari mereka cukup pandai menyebutkan semua sila-sila yang terkandung di dalam Pancasila tersebut.
Mereka hanya pandai menghafal tapi tidak pandai menerapkannya sebagai pedoman hidup mereka berbangsa dan bernegara.
Dimana sebenarnya letak kesalahan kita, sehingga yang terbentuk adalah masyarakat yang tidak berbudaya tetapi mengakui bahwa Pancasila adalah pedomannya berbangsa dan bernegara. Lalu bagaimana mereka bisa mengucap bahwa Pancasila adalah pedomannya berbangsa dan bernegara. Akan tetapi perilaku mereka sehari-hari tidak mencerminkan bahwa mereka benar-benar berpedoman terhadap Pancasila dengan segala isinya itu.
Kalau kita mencoba meninjau kebelakang mengenai diri kita sendiri dan mencoba merefleksikannya dengan sikap perilaku kita pribadi cukup menyedihkan.
Ternyata selama ini kita tidak pernah menerima pendidikan khususnya dari sekolah-sekolah kita yang kita lalui baik yang diawali dengan sebut Sekolah Dasar (SD), kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan selanjutnya Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun yang setaranya tapi belum disampaikan.