Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sekilas Menengok Pertalian Hubungan Saudi-Iran

Randy Wirayudha , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2016 |03:49 WIB
Sekilas Menengok Pertalian Hubungan Saudi-Iran
Ilustrasi: Iranreview.org
A
A
A

ARAB Saudi dan Iran sejak awal abad ke-20, dikenal bukan dua negara yang bisa ‘akur’ secara permanen. Meski sudah meresmikan hubungan diplomatik sejak 1929, namun gejolak selalu ada di antara dua negeri yang mayoritas warganya terbagi dua sektarian, Sunni dan Syiah ini.

Pertama kali Saudi dan Iran putus hubungan adalah pada era 1960an, di mana saat itu Iran memberi pengakuan terhadap berdirinya negara Israel. Pada 1966, kedua pemimpin saat itu, Syah Iran – Mohammad Reza Pahlavi dan Raja Faisal, saling mengunjungi.

Pasca-mundurnya pasukan Inggris dari Teluk Persia pada 1968, Saudi dan Iran menandatangani perjanjian demarkasi dan bertanggung jawab atas stabilitas keamanan di Teluk Persia.

Di awa 1970an, persahabatan Syah Iran dan Raja Saudi mulai goyah lagi, lantaran Iran memodernisasi setiap aspek militernya. Perebutan beberapa pulau di Teluk Persia yang mencuatkan konflik dengan Uni Emirat Arab (UEA), juga jadi faktor lain soal adanya tensi dalam pertalian hubungan Saudi-Iran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement