Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sekilas Menengok Pertalian Hubungan Saudi-Iran

Randy Wirayudha , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2016 |03:49 WIB
Sekilas Menengok Pertalian Hubungan Saudi-Iran
Ilustrasi: Iranreview.org
A
A
A

Hubungan Saudi-Iran juga digemparkan kritik keras pemerintahan baru Iran pasca-revolusi yang menjatuhkan rezim Syah, terhadap Kerajaan Saudi pada 1979. Semakin derasnya kecaman Iran di bawah pimpinan Ruhullah Musavi Khomeini, memutuskan hubungan diplomatik kedua negara.

Pada Perang Iran-Irak, Saudi memihak Irak yang kala itu berada di bawah pimpinan Saddam Hussein. Bahkan, Saudi diketahui menyokong finansial Irak sebesar USD25 miliar. Dukungan yang sama terhadap Irak juga datang dari beberapa “sekutu” Saudi, macam Kuwait, Bahrain, Qatar dan UEA.

Serangan terhadap Kedutaan Saudi yang terjadi belum lama ini, juga sedianya pernah terjadi pada 1987, pasca-insiden Haji yang menewaskan 400 jamaah Haji, di mana dua per tiga dari korbannya adalah warga Iran. Buntutnya, pada 1988 tak satu pun jamaah Iran bisa mendapatkan visa Haji.

Saat perang Iran-Irak berakhir, hubungan diplomatik Iran dan Saudi berangsur membaik, di mana pada 1991, hubungan kedua negara dipulihkan, pasca-terpilihnya Presiden Iran, Mohammad Khatami. Dua pemimpin kembali saling berkunjunjung, di pada Pangeran Abdullah melawat ke Tehran pada Desember 1997 dan Khatami menyambangi Riyadh, Mei 1999.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement