Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sekilas Menengok Pertalian Hubungan Saudi-Iran

Randy Wirayudha , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2016 |03:49 WIB
Sekilas Menengok Pertalian Hubungan Saudi-Iran
Ilustrasi: Iranreview.org
A
A
A

Di sisi lain, Saudi dan Iran memainkan peran berbeda dalam Krisis Suriah. Saudi menyokong para pemberontak, sementara Iran berdiri di belakang Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Tragedi haji lainnya pada 2015, kembali jadi faktor memanasnya hubungan Iran dan Saudi. Terhitung, sekira 464 warga Iran diklaim tewas dan akibatnya, pemerintah Iran mengecam Saudi dan menyebut tidak kompeten dalam mengurus musim Haji.

Terakhir dan terbaru, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, Senin, 4 Januari 2015 kemarin waktu setempat, pasca-diserangnya Kedutaan Saudi di Tehran.

Kedutaan Saudi di Tehran, diserang massa demonstran yang marah akibat eksekusi ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr. Massa bahkan melemparkan sejumlah bom bakar ke gedung kedutaan.

Tapi para diplomat Saudi bisa dievakuasi dengan selamat. Setelah mengetahui kabar para diplomat Saudi selamat, Al-Jubeir segera menggelar konferensi pers, untuk memutus hubungan diplomatik dan hubungan dagang dengan Iran.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement