1. Mary Ann Cotton (1832-1873)
Perempuan kejam yang satu ini dinobatkan sebagai perempuan pertama di Inggris yang melakukan serial pembunuhan terapik. Ia lahir dengan nama Mary Ann Robson, saat orang tuanya menikah muda.
Hidupnya nomaden, berpindah-pindah di seluruh kawasan Britania Raya. Namun, anehnya di setiap tempat itu, kejadian tragis selalu menimpa orang-orang di sekitarnya. Ia kehilangan satu per satu orang terdekatnya dan berpindah ke daerah lain untuk memulai hidup yang baru.
Seolah nasibnya benar-benar malang, di tempat yang baru kematian tetap mengintai kerabat dan sahabatnya. Mula-mula tiga kali menikah, tiga kali pula ia ditinggal mati suaminya. Kemudian ia berhenti menikah dan menjalin hubungan mesra saja. Akan tetapi, sang kekasih semuanya meninggal jua. Demikian pula dengan teman-teman, ibu kandungnya sendiri dan 13 anaknya.

Terungkap belakangan, semua kisah tragis itu tidak terjadi secara kebetulan. Semua korbannya meninggal dengan gejala yang sama, yakni sakit perut dan masalah pencernaan. Ternyata dia telah meracuni mereka semua dengan racun arsenik demi mendapatkan uang dari asuransi jiwa mereka.
Oleh karena semua korbannya adalah orang terdekat, Cotton termasuk perempuan berdarah dingin. Ia memanfaatkan kedekatan dan memanipulasi perasaan seseorang kemudian meracuni mereka semata untuk menguasai materi mereka.
Akhir kisah, ia dijatuhi hukuman gantung pada usia 40 tahun.