Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolri Sebut Serangan Bom di Sarinah Dibiayai Suriah

Regina Fiardini , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2016 |16:49 WIB
Kapolri Sebut Serangan Bom di Sarinah Dibiayai Suriah
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (foto: ANTARA)
A
A
A

JAKARTA - Kelompok teroris yang melakukan penyerangan di Kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin dikabarkan tergabung dalam jaringan ISIS. Disebut-sebut itu sebagai kelanjutan pemimpin ISIS Al Bagdadi.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membenarkan hal tersebut. Pernyataan itu ia utarakan saat rapat koordinasi dengan stakeholder terkait di Polda Metro Jaya.

"Semua itu adalah pendukung ISIS, bisa saja secara organisasi secara perseorangan. Dia bisa satu sama lain kontak, tetapi semua yang di sini dan Poso adalah semua pendukung ISIS," kata Badrodin di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Ketika ditanya darimanakah sumber dana yang didapat kelompok teroris tersebut untuk menggoyahkan Jakarta. Dia menjawab bahwa aliran dana didapat dari pihak asing.

"Kalau aliran dana Australia itu bukan sekarang tapi yang lalu-lalu. Tapi kalau yang sekarang ada aliran dana dari Suriah," ujarnya.

Ketika ditanya adakah dugaan keterlibatan pihak asing. Badrodin menjawab dengan diplomatis.

"Sampai saat ini belum ada bukti yang menguatkan itu. Jadi sampai saat ini kita belum menentukan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku aksi teror di Sarinah dapat dipastikan merupakan dari jaringan ISIS yang bermarkas Raqqa, Suriah. Selaku pimpinan ISIS, Bagdadi meminta jaringan itu turut menyebar di negara lain tidak hanya dilakukan di Suriah dan Irak.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement