Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pistol AKBP Untung Sangaji Bergambar 'Malaikat' Pencabut Nyawa

Feri Agus Setyawan , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2016 |14:55 WIB
Pistol AKBP Untung Sangaji Bergambar 'Malaikat' Pencabut Nyawa
AKBP Untung Sangaji (foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Menggunakan pistol jenis FN, AKBP Untung Sangaji bersama rekannya IPDA Tamat Suryani berhasil melumpuhkan kawanan teroris di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016.

Siapa sangka, pistol yang digunakan Untung untuk menembak teroris itu bergambar 'malaikat' pencabut nyawa dan tengkorak. Menurut dia yang sambil mengeluarkan pistol tersebut, gambar itu memiliki arti tersendiri bagi dirinya dalam melaksanakan tugas.

"Di sebelah kiri ini ada logo tengkorak, tengkorak ini artinya berbuat baiklah sebelum mati. Yang di sini ada pencabut nyawa, yang artinya jangan ragu-ragu menghantam yang jahat," kata dia dalam Diskusi 'Di Balik Teror Jakarta' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).

Bahkan perwira menengah itu sedikit bercerita sebelum maju paling depan berhadapan langsung dengan teroris yang diketahui bernama Sunakim alias Afif tentang kepemilikan pistol rekannya Tamat yang dinilai usang untuk berhadapan langsung dengan pembawa bom itu.

"Saya tanya berapa pelurumu? 20! Saya lihat, senjatamu jelek lagi. Mana senjata jelek mu, apa ini? Kalau bisa saya ludahin, saya ludahin! Adanya seperti ini, Revolvel 38," ujarnya.

Atas keberanian AKPB Untung dan IPDA Tamat Suryani, teroris itu berhasil dilumpuhkan dan tewas tertembak. Bom besar yang berada di ransel Afif tak jadi di ledakan setelah Untung dan Afif berjibaku adu tembakan.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement