JAKARTA - Polisi kembali memindahkan jasad korban tewas insiden bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Pantauan Okezone, usai menjalani diperiksa di ruang instalasi forensik, RS Polri, jasad tersebut kembali dimasukkan ke peti es yang berada di depan kamar mayat.
Namun, hanya enam kantung yang dimasukkan ke peti berurukan sekira 5X2 meter tersebut. Sementara satu jasad lain, dimasukkan ke ruang pemulasaraan untuk dikemas ke peti jenazah.
"Tadi kita sudah lakukan pemeriksaan forensik, data ante mortem yang sudah masuk kita cocokan, satu ini sudah selesai," ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri, AKBP Jayus Samaji kepada awak media di lokasi, Sabtu (16/1/2016).
Jayus menambahkan, pihaknya hanya mencocokan data ante mortem yang sudah masuk ke posko. Meski demikian, ia enggan merinci total data yang sudah masuk dari ketujuh jasad korban.
"Kalau soal ante mortem, tanya ke bagian depan, saya bagian post mortem. Tapi soal itu (post mortem) sudah semua," imbuhnya.
Sementara itu, beredar kabar, bahwa satu jasad korban yang dipisahkan tersebut ialah Rico Hermawan (21). Bahkan, orang tua Rico, Joko Mulyanto (46) telah memasuki ruang instalasi forensik untuk mengurus berkas pemulangan putranya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.