Share

Buru Teroris Poso, Pasukan Gabungan TNI-Polri Ditambah

Senin 18 Januari 2016 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 18 340 1291114 buru-teroris-poso-pasukan-gabungan-tni-polri-ditambah-MnVZAHa5by.jpg Ilustrasi pasukan anti teror Densus 88 (foto: Okezone)

POSO - Pasukan gabungan Polri dan TNI meningkatkan jumlah pasukan untuk menyisir sekitar Desa Taunca, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyusul laporan adanya orang mencurigakan berkeliaran pascakontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata pada Jumat lalu.

Kapolres Poso AKBP Ronny Suseno di Poso, mengatakan bahwa polisi menambah jumlah personel Brimob dan TNI untuk mengejar sisa-sisa teroris yang masih berkeliaran di Kecamatan Poso Pesisir, setelah seorang teman mereka tewas tertembak.

Ia tidak merinci berapa banyak personel Brimob dan TNI yang dikerahkan, namun menyebutkan bahwa saat baku tembak dengan teroris pada Jumat (15/1), pihaknya mengerahkan 60 anggota Brimob dan TNI, sedangkan dari pihak teroris diperkirakan berjumlah 15 orang.

Ia menjelaskan setelah kontak tembak yang mengakibatkan seorang teroris tewas tersebut, warga melihat ada orang mencurigakan berkeliaran di sekitar lokasi baku tembak. "Oleh karena itu, operasi pengejaran ditingkatkan dengan personel yang lebih banyak," katanya, Senin (18/1/2016).

Penambahan pasukan itu, kata Rony, juga untuk mengamankan warga Desa Taunca agar mereka tetap merasa aman untuk melakukan aktivitas sehari-hari dalam bekerja. Sejumlah pos pengamanan dibangun di dalam desa itu dan kegiatan razia ditingkatkan.

"Sampai saat ini pasukan kami masih mengadakan penyisiran di Desa Taunca untuk mengejar anggota sipil bersenjata yang berhasil meloloskan diri, dan meningkatkan pengamanan terhadap warga desa setempat," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai identitas warga sipil bersenjata yang tertembak dalam kontak senjata itu, Rony mengatakan bahwa proses identifikasi masih berlangsung dan jenazah korban masih ada di RSU Bhayangkara Palu.

Operasi pengejaran gembong teroris Santoso alias Abu Wardah dan pengikutnya itu, terus ditingkatkan ke berbagai wilayah di luar Desa Taunca.

Pintu-pintu masuk dan keluar dari dan ke lokasi persembunyian para pelaku teror tersebut ditutup rapat dengan pengawasan ketat aparat yang terlibat dalam operasi mandiri kewilayahan Polda Sulteng bernama "Operasi Tinombala" yang didukung Mabes Polri.

Pimpinan Operasi Tinombala Kombes Pol Leo Bona Lubis pada kesempatan sebelumnya, mengatakan bahwa usai kontak tembak pada Jumat (15/1), pihaknya mengamankan barang bukti berupa 11 bom molotov. (ant)

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini