3. Chaonei No.81 di Beijing, China
Bangunan bertingkat tiga di Beijing ini telah sejak lama tak berpenghuni. Meskipun berada di Ibu Kota China, Beijing dan daerah sekitarnya telah terjual dengan harga tinggi, Chaonei no.85 tetap tidak disentuh. Mungkin karena reputasinya yang dikenal angker.
Menurut cerita, rumah yang dibangun pada masa Dinasti Qing itu dahulu ditempati oleh pejabat Partai Kuomintang yang melarikan diri dari Beijing, saat komunis menyerang pada 1949.
Saat melakukan pelarian, pria itu meninggalkan seorang wanita yang kemudian menggantung dirinya di rumah itu, diduga karena kesepian ditinggal oleh sang pria atau mungkin suatu hal lain yang berkaitan dengan kemenangan komunis di China pada masa itu. Dari sinilah kisah-kisah menyeramkan Chaonei No.81 bermula.
Seorang pendeta yang berniat menjadikan rumah itu sebagai sebuah gereja dikabarkan menghilang dan tidak pernah terlihat lagi. Beberapa orang yang dikirim untuk mencari pendeta itu justru menemukan pemakaman bawah tanah yang terhubung ke lingkungan Dashanzi di sebelah utara Chaonei. Nasib serupa juga menimpa tiga orang pekerja yang mencoba menghancurkan dinding antara Chaonei No.81 dan bangunan di sebelahnya.
Mereka menghilang dan tak pernah ditemukan. kejadian-kejadian inilah yang membuat pemerintah setempat membatalkan rencananya untuk menghancurkan bangunan itu pada akhir 1990-an. Cerita dan kabar menyeramkan itu diduga sebagai penyebab bangunan itu tidak laku dijual bahkan disewakan meski harga properti di lingkungan itu bisa mencapai jutaan dolar.
(Randy Wirayudha)