Anton memperinci, surat itu disampaikan oleh seseorang yang mengenakan jaket hitam dan mengendarai motor. Surat disampaikan pada Senin 18 Januari 2016 dengan cara langsung diantar ke Kantor Kecamatan Buleleng.
"Kami sudah periksa sejumlah saksi. Masih terus diproses sebab pada mulanya si pengantar hanya berlaku layaknya mengantarkan sebuah surat. Surat dimasukkan ke dalam amplop biasa," tambahnya.
Surat tersebut diterima tanpa kecurigaan. Setelah dibuka, pemerintah kecamatan setempat baru menyadari adanya kemungkinan aksi teror.
Setelah ancaman itu, pihak kepolisian setempat telah meningkatkan keamanan di Bali. Patroli dan siaga penjagaan ditingkatkan sejak Senin.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.