Kedatangan Harry Price, seorang paranormal Inggris pada 1929 menambah jumlah kejadian-kejadian aneh yang muncul. Anehnya, semua itu seketika menghilang saat Price pergi dari rectory yang menimbulkan dugaan fenomena itu sengaja dibuat oleh Price.
Namun, peristiwa aneh kembali terjadi sama keluarga Pendeta Foyster pindah ke Borley pada 1930 hingga kepergian mereka pada 1935.
Price kembali ke Borley Rectory pada 1937 untuk melakukan serangkaian penyelidikan selama satu tahun lamanya. Dari hasil penyelidikan itu Price mengatakan ada dua arwah yang tinggal di rectory yaitu Marie Lairre, seorang biarawati yang tewas dibunuh di bangunan yang ada di sana, sebelum dibangunnya rectory dan Sunex Amures yang mengatakan, akan membakar rumah itu pada Maret 1938 untuk menunjukkan letak tulang belulang orang-orang yang terbunuh.
Pada 1939, akibat kecerobohan penghuni barunya, Borley Rectory terbakar dan mengalami kerusakan parah. Usai kebakaran, Price yang melakukan penggalian di gudang bawah tanah rectory menemukan dua kerangka yang diduga berasal dari seorang perempuan yang kemudian diberikan kepada pemakaman gereja Liston. Tempat itu kemudian dirobohkan pada 1944.