Ki Hadjar Dewantara, pelukis Affandi dan Dr. Ida Bagus Mantra, kemudian membalas kunjungan itu dengan menemui Tagor di Shanti Niketan.
Jalinan India-Indonesia di era Revolusi Fisik (1945-1949)
Di masa revolusi fisik, keeratan India dan Indonesia kian nampak. India jadi salah satu negara yang mengakui Proklamasi 17 Agustus 1945, setelah Mesir. India juga memainkan peran penting yang membawa konflik Indonesia-Belanda menjadi isu internasional ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Bak ingin berbalas budi, Perdana Menteri (PM) Indonesia, Sutan Sjahrir menyampaikan maksudnya, untuk menembus blokade ekonomi Belanda dengan diplomasi beras India, medio Mei 1946.
Setelah PM Nehru menyambut niat Sjahrir tersebut, utusan India, KL Punjabi menggelar kesepakatan resmi pengiriman ratusan ribu ton beras dengan Sjahrir, ditandai “tanda jadi” berupa sekeranjang beras yang ditutupi bendera merah putih.