Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keterikatan India dan Indonesia dalam Goresan Sejarah

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 04 Februari 2016 |07:07 WIB
Keterikatan India dan Indonesia dalam Goresan Sejarah
Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dan Perdana Menteri India, Pandit Jawaharlal Nehru (Foto: Wikipedia)
A
A
A

“Bingkisan” itu dimaksudkan Sjahrir, untuk dihadiahkan kepada Raja Muda Lord Wavell di India, via KL Punjabi. Kepanitiaan pun dibentuk pada 27 Mei 1946 dengan diketauai Ir. Subianto. Pengiriman beras itu diberangkatkan dengan kapal-kapal India dari Pelabuhan Cirebon, Probolinggo dan Banyuwangi.

Sebagai “balasan” pengiriman beras, melalui PM Nehru, menguatkan pengakuan terhadap Indonesia, dengan mengundang PM Sjahrir dan Wakil Presiden RI, Mohammad Hatta ke New Delhi dalam Konferensi Inter-Asian Relations (23 Maret-2 April 1947).

Tahu bahwa Sjahrir dan Hatta bakal kesulitan menembus blokade Belanda, sebagaimana dikutip dari buku ‘Sjahrir: Politics and Exile in Indonesia’, Nehru pun mengutus kawannya seorang pebisnis asal Bengal, Bijayananda “Biju” Patnaik untuk “menjemput” Sjahrir.

Pada 31 Maret 1947 malam, Patnaik dengan pesawat Inggris mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta, untuk kemudian langsung kembali ke Delhi dengan membawa serta Sjahrir, sang istri Poppy Saleh, Ali Boediardjo dan Soedjatmoko.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement