Share

Buku SD Mengandung Kalimat Radikalisme Beredar di Ponorogo

Ahmad Subekhi, SUN TV · Rabu 17 Februari 2016 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 17 519 1314851 buku-sd-mengandung-kalimat-radikalisme-beredar-di-ponorogo-AyxYMrM8J5.jpg Ilustrasi (Okezone)

PONOROGO – Sebuah buku yang diduga bermuatan aliran radikal dan berisiajaran sesat beredar di sekolah dasar, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Temuan ini terungkap setelah seorang guru membaca seksama kalimat yang ditulis di dalam buku tersebut. Disinyalir, kalimat yang dimuat, mengarahkan siswa untuk mengikuti faham sesat. Para guru pun mendesak agar buku ini direvisi, sehingga tidak menimbulkan keresahan.

Buku bacaan ini merupakan penunjang untuk siswa kelas satu sekolah dasar. Dalam halaman 16, buku berjudul Anak Islam Suka Membaca ini, dituliskan karena suka cita rela mati bela agama.

Kalimat ini dinilai tidak sejalan dengan ajaran Islam, karena tidak ada ajaran dalam Islam tentang membela agama yang mengarah ke kematian. Disinyalir, buku ini mengenalkan faham sesat kepada siswa.

Temuan dan keberatan atas buku ini disampaikan oleh Ririn Istikomah, guru kelas 1 SD Negeri Bangunrejo III yang berada di Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

Ia mendapat buku tersebut untuk rujukan pengayaan bagi siswa kelas 1 SD. Dengan buku ini/ siswa lebih mudah mengenal huruf dan membaca, namun ada kalimat tersebut yang dinilai kurang sesuai dengan ajaran Islam.

“Kalimat tersebut tidak seharusnya dibaca oleh siswa, sebab dikhawatirkan, siswa akan melaksanakan seperti yang dituliskan dalam buku,” katanya, Rabu (17/2/2016).

Diduga, buku ini sudah beredar di masyarakat luas, sebab ada keterangan jika buku tersebut dicetak tahun 2010 dan telah beberapa kali dicetak ulang.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Heru Subito mengatakan, mengaku belum menerima laporan tersebut. Namun, dari temuan ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di SD yang bersangkutan, selain juga akan melakukan pemeriksaan di seluruh sekolah dasar di Ponorogo.

“Belum ada laporan, tapi akan dilakukan pemeriksaan di seluruh SD, jika ditemukan dan disinyalir bermasalah, akan ditarik,” ujar dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini