Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Kera Liar di Sumenep Kian Meluas

Syaiful Islam , Jurnalis-Kamis, 18 Februari 2016 |13:30 WIB
Serangan Kera Liar di Sumenep Kian Meluas
Ilustrasi
A
A
A

BANGKALAN - Serangan kera liar di lahan pertanian warga di Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian meluas hingga memasuki pertengahan Februari 2015.

Serangan tersebut membuat lahan pertanian warga semakin rusak, seperti tanaman jagung warga terancam gagal panen karena bonggolnya dimakan kera, padahal tanaman-tanaman itu sudah siap panen.

Menurut anggota Koramil Rubaru Sumenep, Serma Iwan, luasan wilayah yang diserang hama kera liar di Desa Basoka hampir mencapai 30 hektare yang menyerang sejak awal Januari 2016.

"Untuk daerah Basoka ini sudah kira-kira 30 hektare yang kena serangan ini," kata Serma Iwan kepada wartawan, Kamis (18/2/2016).

Menurut Iwan, upaya yang dilakukan warga dari awal sudah dilakukan beragam cara seperti menghalau dan mengusir menggunakan alat seadanya seperti batu dan kayu, atau kadang menjaring.

"Tapi kenyataan di lapangan masih tetap saja itu (ada serangan kera liar-Red)," imbuh Iwan.

Sementara itu, petugas Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep, Asep Hidayatullah mengungkapkan, serangan kera liar diduga akibat habitat kera liar yang berada di perbukitan setempat rusak.

"Penyebabnya karena kelaparan, dan cari tempat aman ke sini, mereka gabung, dan kumpul di sini dan beranak pinak di sini," katanya.

Pihaknya pun melakukan pendataan terhadap lahan pertanian warga yang terdampak serangan kera liar tersebut, dan berjanji akan memberikan bantuan jaring kepada petani agar bisa menghalau kera liar.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement