INDRAMAYU - Massa yang tergabung dalam Solidaritas Buruh Tani dan Nelayan Indramayu berunjukrasa menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) II. Demo dilakukan dengan cara membentangkan spanduk sepanjang 15 meter di depan Kantor Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (24/2/2016).
Spanduk tersebut bertuliskan pesan tuntutan. Koordinator aksi, Salim menjelaskan pembangunan PLTU II di daerahnya merupakan penderitaan bagi masyarakat Indramayu yang berda di Kecamatan Sukra dan Patrol.
"Rencana lokasinya itu di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, yang imbasnya ke tiga desa. Di antaranya Desa Mekarsari, Patrol Baru, dan Sumuradem" ucapnya.
Salim mengatakan sejak PLTU Sumuradem Unit I beroperasi pada 2011, warga sudah merasakan dampak negatifnya. Di antaranya berkurangnya tangkapan hasil laut akibat pencemaran air oleh PLTU yang menyebabkan pendapatan nelayan berkurang drastis. Hal itu membuat nelayan rugi.
Apalagi pencemaran itu juga membuat produktivitas pertanian menurun. Pengangguran akibat penggusuran lahan produktif juga menjadi keluhan.