Ini Pengakuan Mucikari Prostitusi Online di Bandung

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 02 Maret 2016 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 02 525 1325826 ini-pengakuan-muncikari-prostitusi-online-di-bandung-I13j2EsgAE.jpg Ilustrasi (Okezone)

BANDUNG – Dua muncikari prostitusi online di Bandung, S dan AR menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki Pekerja Seks Komersial (PSK) asuh, melainkan hanya sebagai perantara saat ada  tamu yang membutuhkan jasa mereka.

"Kita mah enggak maksa, mereka (PSK) yang datang sendiri," kata S, saat di temui di Mapolsek Arcamanik, Rabu (2/3/2015).

S menjelaskan bahwa ia bersama rekannya, mempromosikan para PSK melalui aplikasi media sosial We Chat. Dalam setiap transaksinya, ia mengunggah foto-foto PSK dengan pakaian minim.

"Biasanya, tamu sendiri yang tanya ke kita duluan, kalau mereka nge-chat, kita baru tanggapi," ujarnya.

S mengaku dalam setiap transaksinya, ia dan AR hanya mendapat bayaran antara Rp100-Rp200 ribu. Dirinya menuturkan dalam bisnis esek-esek tersebut berawal dari iseng belaka.

"Saya dan AR mulai dari Agustus kemarin," ujar pria yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai toko.

S menyebut, tidak ada klasifikasi khusus terhadap tamu-tamu yang ia layani. "Kita modal percaya saja, kalau sudah deal, biasanya mereka kita minta untuk datang ke apartement. Pembayarannya cash enggak pernah kita minta lewat transfer," tuturnya.

Sementara untuk apartemen yang berada di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, ia sudah menempatinya selama setahun. Di sana, ia tinggal bersama AR dan para PSK.

"Apartemen kita sewa, pemilik tidak mengetahui tapi kalau di pakai untuk bisnis ini. Kita sewa Rp12 juta per bulan, untuk pembayarannya, kita bayarnya patungan," pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini